10 Santapan Rohani Tentang Menghadapi Masalah Berat

Kumpulan Santapan Rohani Pendek
  1. Renungan 1: Indah Pada WaktuNya
  2. Renungan 2: Mengingat Penyertaan Tuhan
  3. Renungan 3: Nasib Semua Orang Itu Sama
  4. Renungan 4: Haruskah Kita Berharap?
  5. Renungan 5: Tidak Takut Sebab Tuhan Dipihakku
  6. Renungan 6: Tuhan Mendengar
  7. Renungan 7: Ujian Iman
  8. Renungan 8: Tuhan Yang Menyelesaikan
  9. Renungan 9: Minta Tolonglah KepadaNya
  10. Renungan 10: Cara Tuhan Untuk Menolongmu
Renungan 1

Indah Pada WaktuNya

Bacaan: Pengkhotbah 3:11-15

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.
Pengkhotbah 3:11

Pernahkan kita berada dalam posisi dimana kita merasa pergumulan yang kita hadapi begitu berat seakan Tuhan jauh meninggalkan kita? Disaat kita mengalami suatu permasalahan seringkali kita bertanya “Tuhan mengapa hal ini harus terjadi padaku? Bukankah Engkau mengasihi aku?” Bahkan tidak jarang kita sampai kepada fase dimana kita menyalahkan Tuhan akan kenyataan hidup ini. Kita memberontak bahkan kehilangan kendali atas diri kita sendiri karena kita tidak sabar untuk menanti jawaban dari Tuhan.

Ketika masalah itu ada dalam kehidupan kita, kita justru lebih memilih untuk menyerah dan tidak mengandalkan Tuhan lagi karena kita merasa Tuhan tidak mau menjawab setiap doa yang kita naikkan. Kita lupa bahwa waktu Tuhan bukanlah waktu manusia. Tuhan mengijinkan setiap permasalahan terjadi dalam kehidupan kita agar Ia dapat menyatakan betapa besar kuasaNya karena Ia sanggup memulihkan keadaan kita asalkan kita mau berserah dan bersabar menunggu janji Tuhan tergenapi.
Via mormonchannel.org

Hari ini Firman Tuhan berbicara bahwa pekerjaan Tuhan harus dinyatakan melalui permasalahan yang kita alami dan segala sesuatu pasti ada waktunya. Tuhan ingin melihat bagaimana iman kita kepadaNya. Yang perlu kita ingat dan renungkan yaitu waktu Tuhan adalah tepat. Ia bekerja di atas segala persoalan yang kita alami. Ia memberikan kekuatan dan kelegaan kepada kita. Ia akan mengubah dukacita yang kita alami menjadi sukacita bahkan Ia akan sanggup memulihkan kehidupan kita.

Masalah yang dialami oleh setiap kita tentunya tidak akan memlebihi kekuatan kita. Masalah yang kita hadapi juga tidak akan membuat kita terjatuh sebab Ia akan menopang dan memegang tangan kita. Ia akan membeuat segala sesuatu indah pada waktunya. Oleh sebab itu, sabarlah menanti jawaban Tuhan. Berserahlah dan berdoalah kepadaNya karena Ia akan memberikan apa yang kamu perlukan tepat pada waktunya. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan 2

Mengingat Penyertaan Tuhan

Bacaan: Ulangan 8:1-11

"Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak. Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN."
Ulangan 8:2-3

Kehidupan yang kita jalani di dunia ini berbeda-beda sehingga antara yang satu dengan yang lainnya memiliki kehidupan yang berbeda. Dalam hidup ini, tidak selalu kebahagiaan yang kita dapatkan. Namun ada kalanya kesedihan juga Tuhan ijinkan untuk hadir dalam kehidupan kita. Tawa dan tangis, kesedihan dan kebahagiaan, suka dan duka, bahkan kehilangan pun Tuhan ijinkan ada untuk mewarnai kehidupan kita.

Coba bayangkan jika semua orang di dunia ini selalu bahagia, bagaimana ia dapat melihat kuasa Tuhan dalam hidupnya? Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi kepada hidup kita besok. Kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi pada kita 5 menit yang akan datang, 30 menit yang akan datang bahkan 1 jam yang akan datang.

Kita tidak tahu apakah kebahagiaan atau kesedihan yang akan kita rasakan. Namun, segala yang terjadi dalam kehidupan kita adalah atas seiijinNya dan apa pun yang harus kita lalui dan apa pun yang kita peroleh itu merupakan kehendak Tuhan.

Masalah yang kita alami tentunya dapat kita lewati karena penyertaan Tuhan. Ia memampukan kita dan memberikan kita jalan keluar sehingga kita dapat melewati setiap persoalan yang terjadi. Jika pada saat ini hidupmu terasa berat seakan tidak ada jalan keluar, datanglah kepadaNya maka Ia akan memberikan kepadamu kelegaan dan jalan keluar sebab penyertaanNya akan dinyatakan dalam hidupmu saat ini. Teruslah berharap kepadaNya. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan 3

Nasib Semua Orang Itu Sama

Bacaan: Pengkhotbah 9:1-12

”Inilah yang celaka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari; nasib semua orang sama. Hati anak-anak manusia pun penuh dengan kejahatan, dan kebebalan ada dalam hati mereka seumur hidup, dan kemudian mereka menuju alam orang mati. Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati. Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan kepada mereka sudah lenyap.”
Pengkhotbah 9:3-5

Pada saat ini, manusia menakar segala sesuatu yang terjadi pada dirinya atau apa yang ia miliki telah diatur oleh nasib. Namun apakah benar Tuhan menciptakan seseorang dengan nasib yang berbeda-beda sehingga manusia harus melihat apa yang terjadi dalam dirinya sebagai nasib?

Mungkin kita sering melihat bahkan mendengar seseorang berkata “ingin merubah nasib”. Namun apakah benar yang harus diubah hanyalah nasib? Pada ayat yang kita baca pada hari iini jelas sangat menegur kita bahwa nasib semua orang itu sama.

Jika pada saat ini kamu mengalami kesenangan dan besok kamu mengalami kesedihan, bukan berarti nasib yang mengatur hidupmu namun memang karena Allah yang telah mengaturnya dan mengijinkan semuanya terjadi.

Memang sulit bagi kita untuk merubah paradigma yang sudah mengakar dalam masyarakat jika pemikiran orang tersebut juga tidak turut diubah. Berbicara tentang nasib tidak ada habisnya. Bahkan ada sesuatu yang baru yang akan kita temui jika kita berbicara tentang nasib.

Pada hari ini kembali ditegaskan bahwa nasib semua orang itu sama tidak ada yang berbeda sebab semua manusia akan mati dan kembali kepada Bapa di Surga. Jika kamu pada hari ini mengalami masalah namun temanmu tidak, bukan berarti nasib kalian berbeda.

Tuhan mendidik anak-anakNya melalui permasalahan yang dialami. Ia mendidik kita dengan cara yang berbeda sehingga ketika hidup kamu dengan dia berbeda bukan berarti nasib kalian berbeda. Ingatlah bahwa Tuhan telah mengaturhidupmu sedemikian rupa. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan 4

Haruskah Kita Berharap?

Bacaan: Roma 8:18-28

“Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?”
Roma 8:24

Setiap kita pasti memiliki harapan. Harapan yang dimiliki setiap orang berbeda-beda tergantung dari keperluannya. Mengapa berbeda tergantung keperluannya? Ini dikarenakan orang yang berharap pasti ada sesuatu yang dibutuhkan atau sesuatu yang hendah dicapai.

Baik anak muda hingga orang dewasa pasti memiliki harapan. Semakin dewasa, harapan seseorang akan sesuatu hal semakin besar. Tanpa harapan seseorang pasti merasa hidupnya monoton tanpa ada tujuan yang harus diperjuangkan. Ketika seseorang mengalami masalah, ia pasti memiliki harapan agar Tuhan memberikan jalan keluar sehingga ia bisa menghadapi dan melewati permasalahan itu.
Allah menghendaki kita agar kita berpegang teguh kepada pengharapan. Ketika kita merasa suatu pengharapan itu sia-sia dan tidak mungkin terjadi, Ia mengehendaki kita agar tetap percaya kepadaNya dan menjadikan pengharapan yang kita harapkan itu menjadi sesuatu yang pasti. Alkitab mengatakan agar kita bertekun dalam pengharapan sebab tidak ada yang sia-sia jika kita berharap padaNya.

Dalam menjalani kehidupan ini, kita perlu memiliki keyakinan bahwa janji Tuhan pasti akan digenapi dalam hidup kita. Oleh sebab itu, jangalah kita ragu karena Ia pasti akan membuat pengharapan kita menjadi kenyataan. Untuk menanti sebuah pengharapan, kita harus sabar menunggu dan tidak mengeluh.

Kita juga harus memiliki iman pengharapan yang teguh kepadaNya. Jangan biarkan iman kita melemah dan justru membuat kita berhenti berharap. Tuhan akan menjawab setiap apa yang kita inginkan tepat pada waktuNya. Jika Tuhan bilang harapan kita bukanlah yang terbaik untuk kita, kita harus percaya bahwa apa yang Tuhan nyatakan dalam kehidupan kitalah yang terbaik.

Kita harus berharap kepadaNya dan memiliki pengharapan kepadaNya sebab akan ada suatu hal yang terjadi ketika kita berharap padaNya. Berharap padaNya bukan berarti kita lemah. Berharap padaNya berarti kita percaya bahwa Ia akan memulihkan kehidupan kita. Janganlah berhenti berharap padaNya. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan 5

Tidak Takut Sebab Tuhan Dipihakku

Bacaan: Mazmur 118:5-9

“TUHAN dipihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?”
Mazmur 118:6

Takut merupakan suatu respon terhadap suatu stimulus tertentu seperti rasa sakit atau ancaman bahaya. Rasa takut merupakan salah satu emosi dasar selain rasa marah, sedih dan bahagia. Dapat disimpulkan bahwa ketakutan adalah suatu tanggapan emosi seseorang terhadap suatu ancaman.
Semua orang yang masih hidup di dunia ini tentu emiliki rasa takut. Rasa takut yang dialami setiap orang berbeda-beda tergantung dari responnya terhadap suatu keadaan tertentu. Ketika rasa takut menguasai seseorang, biasanya orang itu tidak dapat berpikir dengan logis. Ketika ketakutan muncul, adakalanya seseorang bisa mengambil langkah yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan.

Seseorang bisa merasa takut karena merasa sedang berhadapan dengan sesuatu bahkan seseorang yang jauh lebih kuat, jauh lebih besar dan jauh lebih besar dibandingkan dengan dirinya. Orang tersebut merasa dirinya lemah, kecil, tidak berdaya dan tidak memiliki apa-apa itu menandingi atau mengalahkan sesuatu yang membuatnya ketakutan.

Memang benar jika ketakutan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam diri manusia. Rasa takut itu bahkan bisa saja muncul setiap hari dalam kehidupan manusia. Baik memang memiliki rasa takut karena rasa takut merupakan respon kita terhadap suatu keadaan yang dapat membahayakan bagi kita. Namun, jika kita terus membiarkan ketakutan itu menguasai diri kita justru ketakutan itu akan membuat kita tidak bisa melangkah maju ke depan. Ketakutan itu akan menghalangi kita untuk dapat merasakan kasih dan kuasa Allah.

Satu hal yang perlu diingat bahwa dalam segala keadaan bahkan dalam situasi terburuk sekalipun Tuhan selalu menyertai kita. Jangan merasa takut sebab Allah ada dipihak kita. Ia akan menyediakan apa yang kita butuhkan dan kita perlukan.Ia akan memenangkan kita ketika kita sedang ada masalah dan akan mencukupi apa yang kita butuhkan. Buang ketakutan itu dan jadilah berani sebab Allah ada di pihakmu. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan 6

Tuhan Mendengar

Bacaan: Ratapan 3:21-33

“Karena walau Ia mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya. Karena tidak dengan rela hati Ia menindas dan merisaukan anak-anak manusia.”
Ratapan 3:32-33

Tuhan tidak akan pernah membiarkan umatNya sendirian. Ia selalu ada untuk kita disetiap detik kehidupan kita. Namun, kita seringkali merasa Tuhan meninggalkan kita karena Tuhan belum menjawab doa kita. Tidak sedikit dari antara kita pernah merasa kecewa dan menjauh dari Tuhan. Kita seringkali mengandalkan kekuatan kita sendiri jika dirasa Tuhan tidak akan menjawab doa kita.
Dalam keadaan menderita atau mengalami pergumulan berat manusia cenderung melupakan Allah dan menyalahkan Allah sebagai bentuk kekecewaannya. Tuhan mengijinkan semua itu terjadi karena Tuhan ingin mendidik kita menjadi pribadi yang kuat dan bertumbuh dalam iman karena sesungguhnya dalam kelemahanlah kuasa Allah menjadi nyata.

Permasalahan yang kita alami seringkali membuat kita lupa akan kebaikan dan berkat serta kasih yang Tuhan curahkan kepada kita. Kita hanya sibuk dengan pemikiran egois kita yang tidak beralasan. Kita terus mengeluh namun kita tidak mau menyerahkannya kepada Tuhan. Padahal saat kita berdoa kepadaNya Tuhan pasti akan mendengar dan menjawab doa kita.

Saat kita menyadari bahwa kita masih memerlukan Tuhan, datanglah padaNya maka Dia akan segera mengulurkan tanganNya untuk membantu kita. Berbagai cara dapat Tuhan pakai untuk menolong kita. Ia tahu apa yang kita butuhkan sebeluh kita meminta kepadaNya.

Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Sesungguhnya Allah menyimak apa yang terjadi dalam kehidupan kita. Ketika kita berdoa, berarti kita juga melihat masih ada harapan ketika kita berserah kepadaNya dan masih ada suara Tuhan yang menghibur dan menjawab setiap kata dari seruan kita. Sampai kapanpun kita tidak dapat melepaskan Tuhan.

Dengan berdoa kita dapat menyerahkan seluruh kekhawatiran kita kepadaNya. Ia akan selalu mendengar doa kita sebab Ia tidak akan menutup mata dan telingaNya kepada umat yang berseru kepadaNya. Janganlah jemu untuk berdoa sebab Ia akan mendengarkan segala apa yang kamu minta. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan 7

Ujian Iman

Bacaan: Ayub 2:1-13

"Tetapi jawab Ayb kepadanya: “Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buru?” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya."
Ayub 2:10

Ayub merupakan seorang yang hidupnya diberkati oleh Allah. Ia memiliki kekayaan yang melimpah serta keluarga yang besar dengan seorang istri dan tujuh anak laki-laki serta tiga anak perempuan. Ia merupakan seorang yang saleh dan jujur, takut akan Allah serta menjauhi kejahatan.

Suatu hari Allah mengijinkan sebuah ujian hidup terjadi di dalam kehidupan Ayub. Ia harus kehilangan semua kekayaan miliknya bahkan ia harus kehilangan semua anak-anaknya. Penderitaan yang Ayub alami sungguhlah berat namun ketika penderitaan itu datang menimpa Ayub, ia tidak berbuat dosa dan tidak menyalahkan Allah atas apa yang terjadi dalam kehidupannya.

Mungkin bagi kita manusia, kita berpikir bahwa apa yang telah dialami Ayub sudah melebihi batas kekuatannya. Jika kita ada di posisi Ayub mungkin saja kita akan terus mempertanyakan mengapa itu semua dapat terjadi dalam kehidupan kita bahkan mungkin saja kita kecewa kepada Allah.

Jika pada saat ini kita menghadapi suatu masalah, apakah kita tetap dapat berdiri teguh seperti Ayub? Setiap orang tentu memiliki kesusahannya sendiri dan tindakan yang akan diambil tergantung dari bagaimana orang tersebut menyikapi permasalahan yang sedang dialami. Pergumulan yang kita alami Tuhan ijinkan terjadi karena Ia ingin melihat seberapa besar iman dan kesetiaan kita kepadaNya.
Iman yang kita miliki tentunya akan bertumbuh disaat kita mengalami kesulitan sebab di dalam kesulitan itu Tuhan membentuk kita menjadi pribadi yang kuat. Saat masalah datang menghampiri kita, Tuhan ingin melihat sampai sejauh mana kesetiaan kita kepadaNya.

Masalah merupakan salah satu bentuk ujian iman kita. Sama hal nya dengan Ayub yang dalam permasalahan imannya terus bertumbuh hingga akhirnya Allah merubah hidup Ayub. Jika pada saat ini kamu sedang memiliki masalah jangan biarkan imanmu layu. Tuhan Yesusu memberkati.

Renungan 8

Tuhan Yang Menyelesaikan

Bacaan: Kejadian 2:1-7

“Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.”
Kejadian 2:3

Pasti tidak asing bagi kita mendengar kisah penciptaan yang dilakukan oleh Allah. Bumi dan seisinya diciptakan selama 6 hari dan pada hari ke 7 Tuhan memberkatinya.  Tuhan selalu menyelesaikan apa yang telah Ia buat dengan baik kemudia Ia akan memberkatinya begitu pula dengan kehidupan manusia.

Pada saat ini, tidak ada satu pun manusia yang luput dari permasalahan. Respon setiap orang berbeda-beda dalam menghadapi masalah. Ada yang terus berharap sampai masalah itu selesai namun tidak sedikit pula orang yang menyerah ketika menghadapi permasalahan itu.

Jika kita merasa tidak mampu untuk menyelesaikan masalah yang sedang kita alami apa yang harus kita lakukan? Yang harus kita lakukan adalah tetap berharap dan berpegang teguh padaNya. Ia adalah Allah yang mampu menyelesaikan segala permasalahan yang sedang kamu alami.

Mari kita merenung sejenak. Seringkali dalam hidup ini kita terlalu fokus untuk mengejar apa yang kita inginkan dan mengejar apa yang ingin kita selesaikan. Kita terkadang menjadi lupa untuk melibatkan Tuhan dalam setiap kegiatan yang sedang kita alami. Kita perlu melibatkan Tuhan dalam setiap apa yang terjadi dalam kehidupan kita sebab hanya Ia sajalah yang mampu menuntun dan memberkati kita.

Pada saat ini kita juga diajak untuk belajar dari penciptaan bumi dan seisinya yang dilakukan Allah. Setelah Allah selesai menciptakannya Allah kemudian mengkuduskannya. Kita pun harus demiakian. Dalam sehari Tuhan menciptakan 24 jam agar kita dapat beraktivitas. Namun, Tuhan ingin selama 24 jam itu kita menyediakan waktu kita untuk datang ke hadapanNya dan berdoa padaNya.

Kita masih dapat menjalani kehidupan ini tentu karena Allah. Oleh sebab itu, marilah kita menyediakan waktu kita untuk berdoa kepada Tuhan. Ketika kita berdoa kepadaNya maka Ia akan menyelesaikan pekerjaanNya di dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan 9

Minta Tolonglah KepadaNya

Bacaan: Lukas 11:9-13

“Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.”
Lukas 11:10

Pernahkah kamu minta dibelikan sesuatu kepada ayahmu? Jika pernah apa yang ayahmu lakukan? Apakah ayahmu memarahi dan memukulmu? Tentu saja tidak. Ia pasti akan memberikan apa yang kamu minta sebab ia mengasihimu sebagai anaknya.

Ayahmu saja akan memberikan apa yang kamu minta kepadanya, bagaimana dengan Bapa di Sorga? Ia pasti akan memberikan apa yang kamu minta kepadaNya menurut waktu dan kerelaan hatiNya. Disaat kamu memiliki masalah, Ia akan datang langsung untuk menolong anak-anak yang berseru kepadaNya.

Seringkali disaat mengahadapi permasalahan, kita lupa bahwa ada Allah yang akan menolong kita ketika kita berseru kepadaNya. Disaat permasalahan itu ada, seringkali yang kita lakukan justru meminta bantuan manusia padahal belum tentu manusia dapat menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapinya.

Ingatkan ketika bangsa Israel berseru kepada Tuhan agar Tuhan menolong mereka dari kejaran bangsa Mesir. Apa yang Tuhan lakukan kemudian? Apakah Tuhan tidak mendengar seruan bangsa Israel? Tentu saja Tuhan mendengarseruan bangsa Israel dan memakai Musa sehingga Musa dapat membelah laut Teberau dan bangsa Israel dapat melewatinya. Setelah bangsa Israel melewati Laut Teberau, laut itu kemabali seperti semula dan mengahanyutkan banyak tentara Mesir.

Allah adalah Bapa yang baik kepada anak-anakNya. Ia tidak akan pernah membiarkan anakNya berjalan sendiri. Ia selalu menopang dan memimpin anakNya. Ia tidak akan memberikan hal yang jahat kepada kita, justru yang Ia berikan adalah sesuatu yang baik.

Jika pada saat ini kamu sedang menghadapi permasalahan dan seakan sudah tidak ada jalan keluar lagi, maka minta tolonglah kepadaNya dan Ia pasti akan segera menolongmu. Tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk memegangmu. Bahkan pendengaraanya tidak kurang tajam untuk mendengar setiap seruan doamu. Oleh sebab itu berdoalah kepadaNya dan Ia akan segera datang untuk menolongmu. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan 10

Cara Tuhan Untuk Menolongmu

Bacaan: 1 Samuel 19:11-24
“Kemudian Saul mengirimkan orang-orang suruhan ke rumah Daud untuk mengamat-amatinya dan untuk membunuh dia pada waktu pagi. Tetapi Mikhal, isteri Daud, memberitahukan kepadanya, demikian: “Jika engkau tidak dapat meluputkan dirimu malam ini, maka besok engkau akan dibunuh.”
1 Samuel 19:11

Banyak cara yang dilakukan oleh Allah untuk menolong manusia. Cara yang dilakukan Allah terkadang tidak dapat dimengerti oleh manusia. Ia bisa memakai siapa saja untuk menolong kita. Bahkan orang yang tidak kita duga pun dapat dipakai oleh Allah untuk menolong kita.
Pada hari ini kita melihat bagaimana pertolongan Tuhan kepada Daud. Saul mencoba untuk membunuh Daud namun karena pertolongan Allah, Daud dapat selamat dari tangan Saul. Tuhan memakai orang-orang disekitar Daud untuk menyelamatkannya dari kejaran Saul hingga Saul tidak dapat membunuhnya.

Jika pada saat ini kamu sedang menghadapi suatu permasalahan yang membuatmu merasa terhimpit dan kesakitan, percayalah bahwa Ia akan menolongmu dengan caraNya sama seperti Daud yang telah ditolongnya untuk dpaat lari dari kejaran Saul.

Mungkin sebagai manusia kita tidak dapat mengerti bagaimana Tuhan dapat menolong kita dari masalah. Bisa saja Ia memakai temanmu atau bahkan orang yang membencimu untuk dapat menolongmu dari segala permasalahan yang sedang kamu alami.

Satu hal yang pasti,pertolongan Tuhan tidak akan pernah terlambat kepada anak-anakNya. Pertolongan Tuhan selalu tepat pada waktuNya. PertolonganNya nyata dan kita pasti akan merasakan pertolonganNya asalkan kita terus percaya kepadaNya. Bukankah Ia meminta kita untuk terus berharap padaNya?

Mungkin bukan hari ini Tuhan menolongmu. Mungkin saja besok Ia akan menolongmu. Meskipun besok Ia menolongmu bukan berarti semuanya telah terlambat. Justru pertolongan Tuhan selalu tepat pada waktunya. Yang Ia inginkan hanyalah agar kita tidak takut dan sepenuhnya percaya kepadaNya bahwa Ia akan datang menolongmu.

Pertolongan Tuhan akan tercurah ke atasmu saat ini juga. Oleh sebab itu janganlah kamu berhenti berharap padaNya sebab tidak ada harapan yang sia-sia. Tuhan Yesus memberkati.

Elia A
Hidupkasih.com
Kesimpulan : Artikel ini dibuat untuk dijadikan sebagai bahan renungan harian ketika sedang menghadapi masalah

Belum ada Komentar untuk "10 Santapan Rohani Tentang Menghadapi Masalah Berat"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel