3 Alasan kenapa Pohon Ara Dikutuk Tuhan Yesus

Pohon Ara yang Dikutuk Tuhan Yesus
Salah satu mukjizat yang diperbuat oleh Tuhan Yesus yaitu ketika ia mengutuk pohon ara. Pohon ara yang dikutuk ini dicatat dalam Perjanjian Baru khususnya dalam dua kitab Injil yaitu pada Injil Matius pasal 21 dan Injil Markus pasal 11. Pohon ara yang dikutuk ini dikisahkan berada di tengah jalan antara Betania dan Yerusalem. Dalam perjalanan menuju ke kota, Tuhan Yesus merasa lapar. Kemudian di pinggir jalan Ia melihat pohon ara yang berdaun lebat sehingga Yesus pun hendak mencari makan dari buah pohon ara itu.
Pohon Ara Dikutuk Tuhan Yesus
via freebibleimages.org

Setelah Yesus melihat pohon ara tersebut, Ia mendapati bahwa pohon ara tersebut tidak berbuah namun hanya berdaun lebat saja. Karena melihat pohon ara tersebut tidak berbuah sama sekali maka Ia mengutuk pohon ara tersebut hingga menjadi kering baik daun, ranting maupun akarnya sehingga pohon ara tersebut benar-benar tidak dapat berbuah lagi.

Pohon Ara


Pohon ara merupakan salah satu jenis pohon yang berdaun lebat dan rindnag. Biasanya pohon ini dapat tumbuh setinggi 6 meter. Ranting dan cabang-cabangnya merentang 7,5 meter sampai 9 meter ke samping. Oleh karena itu ketika cuaca sedang terik banyak sekali orang yang suka berteduh di bawah rindangnya pohon ara ini.

Karena pohonnya sangat rindang, tentu saja Yesus berharap pohon ara ini juga memiliki buah. Akan tetapi, Ia tidak mendapatkan apa-apa dari pohon ara itu selain daunnya saja yang lebat. Seperti yang kita ketahui, Yesus dan murid-muridNya merupakan orang yang sederhana sehingga ketika mereka lapar, mereka tidak akan mencari makanan mewah yang mahal. Mereka makan bukan untuk memuaskan hawa nafsu melainkan hanya untuk menghilangkan rasa laparnya saja yang dalam artian mereka makan sesuai dengan kebutuhan.

Dalam hukum orang Yahudi, pohon ara yang terletak di pinggir jalan bebas untuk diambil buahnya oleh setiap orang yang melewati jalan itu. Oleh karena itu, ketika Yesus bersama dengan para murid melewati pohon ara yang terletak di tengah jalan antara Betania dan Yerusalem, Ia bebas mencari buah yang ada pada pohon aratanpa harus terkena sanksi orang Yahudi.

Alasan Mengapa Yesus Mengutuk Pohon Ara

Bagi kita yang membacanya, mungkin tindakan Yesus yang mengutuk pohon ara ini terlihat semena-mena karena langsung membinasakan pohon ara yang tidak berbuah melalui ucapan mulutnya sehingga seketika pohon ara tersebut menjadi kering. Pohon yang semula hijau dan berdaun lebat seketika menjadi kering setelah Ia mengutuk pohon ara ini tentu membuat para muridNya tercengang atas perbuatan yang telah dilakukan Yesus.

Sebenarnya apa yang dilakukan oleh Yesus bukanlah sebuah tindakan yang semena-mena karena sebenarnya Yesus ingin mengajarkan murid-muridNya prinsip ilahi melalui tindakan yang Ia lakukan dalam perikop Yesus mengutuk pohon ara. Lalu sebenarnya, apa yang dapat kita pelajari dari perikop tersebut? Adapun yang dapat kita pelajari antara lain:

1. Sesuatu Yang Tidak Berguna Akan Binasa

Mungkin poin pertama ini merupakan salah satu hukum kehidupan atau bahkan merupakan salah satu prinsip ilahi dimana sesuatu yang tidak berguna lambat laun akan binasa. Tuhan menciptakan kita tentunya ada maksud yang baik yaitu Ia ingin kita menjadi manusia yang berguna terutama bagi sesama kita. Contoh sederhananya seperti ini. Sebuah lilin kita nyalakan dalam kegelapan karena lilin tersebut berguna untuk menerangi kita di tengah kegelapan. Garam dimasukkan dalam makanan dengan maksud untuk memberikan cita rasa terhadap makanan tersebut.

Lalu bagaimana jika lilin tersebut tidak dapat menerangi kita di dalam kegelapan atau mungkin garam yang kita masukkan ke dalam amakanan tidak dapat memberikan rasa terhadapa makanan tersebut? Tentu saja lilin dan garam tersebut menjadi tidak berguna bkan? Begitu juga dengan pohon ara yang dikutuk oleh Yesus.Meskipun daunnya lebat, pohonnya rindang namun ketika ia tidak berbuah maka pohon ara tersebut juga tidak menjadi berguna.

Sebagai manusia yang diciptakan oleh Allah, Ia ingin kita menjadi seseorang yang berguna sebab saat Ia menciptakan kita Ia memiliki tujuan yang jelas. Tujuan tersebut antara lainagar manusia melakukan apa yang kudus dihadapan Allah serta untuk menyenangkan dan memuliakan namaNya dalam kehidupannya. Allah menciptakan kita sebagai manusia agar kita menjadi manusia yang berguna bagi kemuliaan, kehendak serta kerajaanNya. Pohon ara yang ditemui Yesus di pinggir jalan tersebut dikutuk karena pohon ara tersebut tidak menghasilkan buah sehingga pohon ara tersebut harus mati kering. Sebagai manusia Ia juga ingin kita mengahsilkan buah dalam kehidupan ini.

2. Tidak Selalu Ditentukan Oleh Penampilan Luar

Pohon ara yang digambarkan di dalam Alkitab ini sebenarnye menggambarkan orang percaya yang tidak menghasilkan buah dalam kehidupannya. Pohon ara ini juga menggambarkan iman tanpa perbuatan yang dimiliki oleh manusia. Pohon ara memiliki daun yang lebat seharusnya buah pada pohon ara tersebut lebat. Akan tetapi, penampilan luar dari pohon ara yang hijau tersebut tidak menjamin bahwa pohon ara tersebut berbuah dengan lebat juga.
Begitu pula kehidupan kita sebagai orang percaya, penampilan yang orang lain lihat belum tentu menggambarkan Kekristenan yang kita miliki sudah menghasilkan buah atau justru tidak menghasilkan buah sama sekali. Penampilan setiap orang mulai dari yang muda hingga tua, cantik, tampan, atau bahkan biasa saja tidak akan menentukan buah yang dihasilkan dalam kehidupannya. Sehingga kita bisa menyimpulkan bahwa Kekristenan bukan berbicara soal penampilan luar melainkan berbicara mengenai kehidupan sehari-hari apakah sudah menghasilkan buah atau belum.

3. Penghakiman Hanya Berada di tangan Tuhan Yesus

Tindakan Yesus saat mengutuk pohon ara bukanlah  merupakan tindakan yang semena-mena sebab Ia mengutuk pohon ara tersebut dengan tujuan untuk mengingatkan para murid bahwa penghakiman mutlak hanya berada di tangan Tuhan Yesus. Tindakan Yesus ini mengajarkan kita bahwa Ia berhak untuk menghakimi sesuatu yang menurutNya tidak layak di hadapanNya berdasarkan penghakimanNya karena penghakiman yang Ia miliki adalah adil dan mutlak sehingga tidak ada seorang pun yang dapat melawanNya.

Karena penghakiman mutlak berada di tanganNya, maka Ia berkuasa untuk memelihara dan menjaga bahkan Ia berkuasa untuk menghancurkan dan membinasakan sesuatu yang dirasa tidak pantas di hadapanNya. Oleh sebab itu, kita diajak untuk hidup seturut dengan kehendakNya sebab jika waktu penghakiman telah tiba, kita harus mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita entah itu yang baik ataupun tidak di hadapan Yesus sang hakim yang adil.

Yesus mengutuk pohon ara yang Ia jumpai di pinggir jalan saat menuju ke Yerusalem bukanlah merupakan tindakan yang semena-mena. Yesus mengutuk pohon ara tersebut karena Yesus ingin mengajarkan kepada mara muridNya tentang prinsip ilahi. Pada hari ini kita diajarkan untuk menjadi murid yang berguna di hadapanNya dengan menjalankan panggilanNya dalam kehidupan kita sehingga kita dapat menghasilkan buah yang lebat. Kita juga harus menyadari bahwa Ia merupakan hakim yang adil yang akan menghakimi manusia menurut perbuatannya. Kiranya artikel ini dapat memberkati dan memberikan informasi bagi kita semua.

Elia A
Hidupkasih.com

Belum ada Komentar untuk "3 Alasan kenapa Pohon Ara Dikutuk Tuhan Yesus"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel